Sabtu, 26 Mei 2012

Model Jaringan OSI dan TCP/IP


Pada awal adanya jaringan computer, ada banyak protokol komunikasi antar komputer yang dibuat. Masing-masing perusahaan misalnya dapat memiliki hardware yang berbeda dengan protokol komunikasi yang berbeda. Saat penggunaan komputer semakin membesar jumlahnya dan mulai membutuhkan interkoneksi antar jaringan yang ada untuk saling berkomunikasi, permasalahan timbul dengan adanya perbedaan perbedaan protokol-protokol komunikasi yang dipakai.
Model jaringan muncul sebagai upaya standarisasi protokol-protokol yang akan dipakai dalam jaringan. Model jaringan mendefenisikan layer-layer atau lapisan dalam jaringan dan bagaimana lapisan-lapisan ini saling berinteraksi. Masing-masing layer akan memiliki deskripsi yang berbeda berupa cara kerja secara umum dan protokol yang dipakai/digunakan. Dengan adanya model jaringan ini maka vendor-vendor memiliki referensi ketika akan membuat produk.
Selain itu beberapa manfaat dengan adanya model jaringan antara lain :
memudahkan pengertian konsep komunikasi dalam jaringan
memudahkan troubleshooting jaringan
memungkinkan vendor untuk lebih fokus dalam area tertentu saat membuat produk
layer :
layer merupakan sekumpulan dari fungsi-fungsi komunikasi yang memiliki kesamaan secara konsep.  tiap layer memberikan servis untuk layer atasnya dan menerima servis dari layer bawahnya. untuk mempermudah, layer ini dapat disebut sebagai lapisan. tiap lapisan ini memilik fungsi yang berbeda. masing-masing lapisan saling berinteraksi. Model jaringan OSI memiliki 7 layer/lapisan, sedangkan model jaringan TCP/IP memiliki 4 layer/lapisan. lapisan-lapisan ini digambarkan sebagai tumpukan lapisan yang berurutan dari atas ke bawah. lapisan paling atas merupakan lapisan bernomor terkecil. tiap lapisan memberikan servis kepada lapisan di atasnya dan merequest servis dari lapisan yang ada di bawahnya.
Ada dua model jaringan yang selama ini dikenal yaitu OSI dan TCP/IP
OSI MODEL
OSI = Open System Interconnection. adalah sebuah model jaringan yang dibuat oleh ISO. International Standards Organization. model ini terdiri dari 7 layer. pada tiap layer tiap entitas saling berinteraksi dengan mengirimkan Protocol Data Unit (PDU). Tiap layer berhubungan dari layer atas ke bawahnya dengan mentransmisikan Servis Data Unit (SDU).
PDU pada masing-masing layer merupakan pesan lengkap yang mengimplementasikan protokol pada layer tersebut.
PDU pada OSI :
  • layer1 = bit
  • layer2 = frame
  • layer3 = paket
  • layer4 = segmen
  • layer 5-7 = data
PDU pada tiap layer merupakan SDU pada layer dibawahnya.
Misalkan pada layer 4 PDUnya biasa disebut segmen. Maka “segmen” ini merupakan SDU pada layer 3 atau segmen merupakan servis yang diberikan atau ditangani layer 3 untuk layer 4. Layer 3 kemudian membentuk SDU (“segmen”) menjadi PDU pada layer 3 atau paket, dengan menambahkan header layer 3. Sehingga pada proses transimi dari layer atas ke bawah terjadi pembungkusan SDU dengan header-header dari masing-masing layer. proses ini biasa disebut enkapsulasi. sedangkan proses transmisi dari layer bawah ke atas disebut dekapsulasi.
Layer-layer pada model OSI
Layer 7 : Application
layer dimana user berinteraksi dengan network. Layer aplikasi dapat berupa software aplikasi. Layer ini merupakan penghubung yang memungkinkan aplikasi-aplikasi saling berinteraksi dengan network.
Cth servis :
Network Virtual terminal
File Transfer, Access, and Management (FATM)
Mail Services
Directory Services
Layer 6 : Presentation
Layer ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang akan ditransimiskan oleh aplikasi ke dalam format yang  dapat ditransmisikan melalui jaringan. Pada layer ini terjadi proses translasi, kompresi, serta eknskripsi. Contoh format data : jpeg, avi, binary. Dll. Protokol yang berada pada level ini adalah sejenis redirector software, seperti network shell (semacam VNC) atau Remote Desktop Protokol (RDP).
Layer 5 : Session
Layer ini berfungsi untuk mengontrol koneksi antar computer. Layer ini mendefinisikan bagaimana koneksi dimulai, dipelihara, dan diakhiri. Pada layer ini juga terjadi resolusi nama.
Beberapa protocol pada layer ini adalah:
NETBIOS, NETBEUI, ADSP, PAP
Layer 4 : Transport
Berfungsi untuk memecah data menjadi paket-paket data serta member ikan no urut setiap paket sehingga dapat disusun kembali setelah diterima. Paket yang diterima dengan sukses akan diberi tanda / acknowledgement. Sedangkan paket yang rusak dikirim kembali.  Serangkaian proses yang dilakukan pada layer ini dapat juga disebut segmentasi, sequencing, dan error recovery. Pada layer ini juga didefenisikan layanan-layanan yang diketahui seperti : HTTP, SSH, FTP, dan SMTP.
Contoh protocol pada layar ini: UDP, TCP, SPX.
Bentuk data pada layer ini adalah segmen. Layer ini juga memiliki 2 tipe pengiriman data yaitu reliable dan unreliable. Pengririman data reliable adalah pengririman data yang memungkinkan pengecekan kesalahan dan pengiriman kembali. Tipe ini dapat dijumpai pada pengiriman data pada umumnya. Tipe Unreriable tidak melakukan pengiriman ulang jika terjadi error.  Tipe ini dapat dijumpai pada keperluan streaming.
Layer 3 : Network
Berfungsi untuk mendefenisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer 3. Pada layer ini dilakukan pendeteksian eror dan transmisi ulang paket-paket yang error.
Contoh protocol pada layer ini : IP, IPX.
Layer 2 : Data Link
Berfungsi untuk menentukan bagaiana bit-bit data dikelompokkan menjadi format frame. Pada level ini terjadi error correction, flow control, pengalamatan perangkat keras atau (MAC Address), dan mementukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti bridge dan switch layer 2 beroperasi.
Layer ini terdiri dari 2 kelompok yaitu LCC (logical link control) dan MAC (media access control)
Contoh protocol pada layer ini : Ethernet, Tokenbus, Tokenring, Demand Priority
Layer 1 : Phisycal layer
mendefinisikan spesifikasi elektrik dan fisik dari devais. secara umum layer ini mendefinisikan hubungan antara data elektrik dengan media transmisinya. Contoh dari layer ini adalah, kabel, spesifikasi tegangan, hub, repeater, dll.
Enkapsulasi data
setiap data yang turun dari layer pertama ke terahir akan mengalami enkapsulasi atau proses pembungkusan data dengan data terterntu (penambahan header). header berisi informasi-informasi yang spesifik pada setiap layer. isi dari header ini akar sesuai pada layer di mana header tersebut ditambahkan. misal layer 4 akan menambahkan header berisi informasi session dan port. layer 3 menambahkan header berupa informasi IP address. Sedangkan pada layer 2  selain header juga ditambahkan trailer, yang merupakan FCS. Frame Check Sequence. Demikian yang terjadi pada layer pengirim, pada layer penerima terjadi hal sebaliknya yaitu dekapsulasi atau pembacaan data. Proses ini merupakan pembacaan data atau pembukaan header-header dari layer data link hingga application.
Same layer interaction : Interaksi yang terjadi pada layer yang sama. Interaksi ini digambarkan dengan pembacaan informasi/header pada layer yang bersesuaian di sisi yang lain.
Adjacent layer interaction : interaksi antar layer pada host yang sama.
Layer 7, 6, dan 5 pada model OSI biasa juga disebut upper layer. Upper layer (Application Set) memiliki fungsi untuk menangani serangkaian proses yang diperlukan dalam persiapan pengririman data, tanpa melakukan pemecahan data.
Layer 4, 3, 2, dan 1 pada model OSI juga disebut lower layer. Lower layer (Transport Set) berfungsi untuk menangani dan melakukan proses pengiriman data dengan melakukan pemecahan data dan penambahan header-header yang diperlukan.
Model TCP/IP
TCP/IP merupakan model jaringan yang diusulkan oleh departemen pertahanan Amerika Serikat. Model ini dibuat oleh lemaga bernama “DARPA” pada tahun 70an sampai 80an, sehingga sering disebut juga DARPA reference model. Model ini disebut TCP/IP karena TCP/IP merupakan protocol utama dalam model ini, pada awalnya model ini diterapkan dalam jaringan yang bernama ARPANET, namun saat ini telah menjadi protocol standar bagi jaringan yang lebih umum disebut internet.
Model TCP/IP memiliki 4 layer. Pemetaan menjadi 4 layer ini dilakukan untuk menyesuaikan model layer-layer pada model OSI.
.
Pada gambar diatas dapat bahwa model TCP/IP memiliki 4 layer
  • Layer ke 4. Application Layer :
Layer ini berfungsi untuk menyediakan akses aplikasi terhadapa jaringan TCP/IP. Layer ini menangani high-level protokol, representasi datra, proses encoding,  dan dialog control yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar-aplikasi jaringan.
  • Layer ke 3. Host-to-Host layer/ Transport layer :
berfungsi untuk membuat komunikasi antar host. Layer ini menyediakan layanan pengiriman dari sumber data menuju ke tujuan data dengan cara membuat koneksi logikal. Pada layer ini juga terjadi penanganan masalah reabilitas, flow control, dan error correction. Pada layer ini terdapat 2 tipe pengiriman data yaitu TCP dan UDP.
  • Layer ke  2.  Internet layer :
berfungsi untuk melakukan routing, dan pembuatan paket IP menggunakan teknik enkapsulasi. Layer ini akan memilih rute terbaik yang akan dilewati paket data dalam  jaringan, serta melakukan packet swicthing untuk mendukung tugas tsb.
  • Layer ke 1. Network Interface/Network Access layer/Host to Network :
Berfungsi meletakkan frame-frame data yang akan dikirim ke media jaringan. Menjadi perantara dengan LAN card. Mengubah unit data menjadi frame dan mengkonversi frame tersebut menjadi arus elektrik untuk kemudian dikirimkan melalui medium transmisi.  Mendefenisikan MAC address dan melakukan error checking pada frame yang diterima.
Penggambaran kemungkinan koneksi pada TCP/IP
Daftar aplikasi pada masing-masing layer TCP/IP
DNSTFTPTLS/SSLFTPGopher
HTTPIMAPIRCNNTPPOP3SIP,
SMTPSMPPSNMPSSHTelnet,EchoRTPPNRPrloginENRP
Routing protocols like BGP and RIP which run over TCP/UDP, may also be considered part of the Internet Layer.
TCPUDPDCCPSCTPILRUDPRSVP
IP (IPv4IPv6), ICMPIGMP, and ICMPv6
OSPF for IPv4 was initially considered IP layer protocol since it runs per IP-subnet, but has been placed on the Link since RFC 2740.
ARPRARPOSPF (IPv4/IPv6), IS-ISNDP
Catatan :
model osi layer 2 : data link layer
menyediakan pengalamatan fisik (mac address)
menyediakan error detection dengan Frame Check Sequence, tidak melakukan error rekaveri
flow control : agar penerima tidak kebanjiran data, pengaturan frame
device : switch layer 2, brigde yang portnya banyak
bridge : hanya 2 port, pendahulu swicht.
penulisan mac address pada data terjadi pada layer 2.
enkapsulasi data
setiap data yang turun dari layer pertama ke terahir akan mengalami enkapsulasi atau proses pembungkusan data dengan data terterntu (penambahan header). header berisi informasi-informasi yang spesifik pada setiap layer. isi dari header ini akar sesuai pada layer di mana header tersebut ditambahkan. misal layer 4 akan menambahkan header berisi informasi session dan port. layer 3 menambahkan header berupa informasi IP address.
Pada model TCP/IP yang sekarang dipakai penambahan header dilakukan pada layer 4
Pada layer 2 model OSI ditambahkan trailer (buntut) berupa FCS. pengecekan error frame.
enkapsulasi ini terjadi pada pengirim, pada penerima terjadi proses sebaliknya yaitu dekapsulasi.
pembacaan masing-masing enkapsulasi terjadi pada layer yang sama pada bagian penerima.
yang terjadi pada router.
router akan membaca data sampai pada data ip address.,
setiap kali melewati router akan terjadi perubahan macaddress pengirim dan tujuan sedangkan parameter ip akan tetap karena digunakan untuk mengidentifikasi pengirim dan penerima model TCP/IP.

Daftar acuan : http://caleudum.wordpress.com/2010/12/25/model-jaringan-osi-dan-tcpip/

Mengenal TCP/IP, IP dan DNS


TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam- macam protokol yang berjalan di atas TCP/ IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/ IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

Definisi IP danDNS :
IP address (IP) adalah suatu penanda yang digunakan oleh sebuah mesin atau node agar orang dapat mengakses mesin atau node tersebut.
IP address ini terdiri dari angka-angka yang banyak namun agar dapat di ingat dengan mudah oleh manusia maka ip address ini di standarisasi dengan 4 angka yang di pisahkan oleh tanda titik (IPv4).
Bagi orang yang mengerti apa itu binary, setiap angka didalam format ip address merupakan 8 bit binary dari range 0-255 yang digunakan oleh 32 bit. Ip address ini juga dapat di analogikan atau di umpamakan sebagai kode pos dari sebuah alamat.

DNS (Domain Name Server) adalah sebuah server atau mesin yang bertugas seperti server atau mesin lainnya di dunia internet namun memiliki tugas yang lebih spesifik untuk mengatur domain name. Tujuan dari DNS server ini adalah untuk mentranslasikan domain name (alamat di internet) ke dalam IP Address (kode pos).

Cara kerja DNS :
  1. ISP atau Internet Service Provider yang anda gunakan harus mempunya sebuah DNS cache, DNS cache ini adalah daftar dari IP address yang telah di peroleh sebelumnya untuk berbagai macam nama domain. Jadi nama domain yang pernah di kunjungi tidak perlu di lookup atau di list ulang apabila tidak terjadi perubahan IP Address. Sebagai contoh apabila sebuah domain yang belum pernah di kunjungi akan di kunjungi oleh pengguna ISP tersebut maka DNS ISP tersebut akan melihat jenis domain apa yang akan di kunjungi kemudian DNS tersebut akan meminta informasi dari top level DNS yang tersebar di seluruh penjuru dunia untuk mendapatkan ip address yang berhubungan dengan domain yang di minta, kemudian top level DNS akan memberikan IP address yang berhubungan dengan extensi domain yang di butuhkan.
  2. DNS ISP kemudian akan meminta informasi “name servers” yang berhubungan dengan nimhost.com dari mesin yang memberikan informasi IP address (”.com” DNS) dan akan mengembalikan 2 sampai 7 “name servers” dimana mesin tersebut memiliki informasi tentang nimhost.com. Dari sini akan di terima beberapa name server yang digunakan oleh nimhost.com dan memiliki informasi tentang nimhost.com, yaitu “NSET128027.EARTH.ORDERBOX-DNS.COM 67.15.47.188?, “NSET128027.MARS.ORDERBOX-DNS.COM 66.249.5.122?, “NSET128027.MERCURY.ORDERBOX- DNS.COM 67.15.253.251?, “NSET128027.VENUS.ORDERBOX-DNS.COM 74.54.56.236?.
  3. Diumpamakan yang pertama yang diterima yaitu “NSET128027.EARTH.ORDERBOX-DNS.COM 67.15.47.188?, maka DNS ISP akan meminta informasi “www” untuk nimhost.com dan mendapatkan ip address “64.85.162.53?. DNS ISP sekarang mengetahui mesin yang digunakan untuk melayani website www.nimhost.com.
  4. Halaman web www.nimhost.com di minta dari mesin yang memiliki ip address 64.85.162.53 dan mesin tersebut menjawab dengan memberikan halaman yang di minta.

Daftar acuan : http://thunk77.mywapblog.com/mengenal-tcpip-ip-dan-dns.xhtml

Pengertian Routing dan Internetworking dalam sebuah jaringan


Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Beberapa contoh item yang dapat di-routing : mail, telepon call, dan data. Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang digunakan untuk Router : Suatu perangkat yang berfungsi menghubungkan suatu LAN ke suatu internetworking/WAN dan mengelola penyaluran lalu-lintas data di dalamnya. Routing : Proses dari penentuan sebuah path yang di pakai untuk mengirim data ke tujuan
Pengertian Jaringan LAN Jaringan : jaringan (network) adalah kumpulan dua atau lebih sistem komputer yang terhubung. Terdapat banyak jenis jaringan komputer: 1.local-area network (LAN): komputer yang terhubung berada pada tempat yang . Router : Suatu perangkat yang berfungsi menghubungkan suatu LAN ke suatu internetworking/WAN dan mengelola penyaluran lalu-lintas data di dalamnya. Routing : Proses dari penentuan sebuah path yang di pakai untuk mengirim data ke tujuan Dalam jaringan komputer sebuah routing table, atau Routing Information Base (RIB), adalah sebuah tabel elektronik (file) atau tipe database objek yang disimpan dalam suatu router atau jaringan komputer. routing table menyimpan rute (dan dalam beberapa Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, adalah sebuah alat dalam jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing.

Router berfungsi sebagai penghubung antardua atau lebih jaringan untuk meneruskan data Pengertian secara umum, Acces Point adalah alat untuk mengkonversikan jaringan kabel menjadi jaringan nirkabel dengan menggunakan gelombang radio atau lebih dikenal dengan istilah hostpot. h) Konektor Rj 45 Get Your Info OF, Pengertian Routing dan Internetworking dalam sebuah jaringan internet, Fungsi utama dari jaringan packet-switched adalah menerima paket dari stasiun pengirim Sedangkan Intranet adalah sebuah jaringan yang menghubungkan tcp/ip internetworking terjadi kebocoran data dan share yang salah tempat. Liputan Alat-alat: Dalam pengertian umum Pengertian Jaringan LAN utama dalam sebuah jaringan. suatu internetworking/WAN dan mengelola penyaluran lalu-lintas data di dalamnya. Routing : Proses dari penentuan sebuah jawab dalam proses pengiriman data antar host. 3 Misal protokol TCP/IP Network Bertanggung jawab melakukan routing antar jaringan ID dari sebuah jaringan. Jika jawaban dan KOMUNIKASI DATA DAN JARINGAN KOMPUTER 1. Pemahaman Dasar Beberapa pengertian dasar melakukan mekanisme routing melalui Internetworking Mengatur keamanan jaringan dan data dalam Protokol merupakan konsep atau aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer yang harus dipenuhi oleh pengirim dan penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar.

Pada protokol terdapat hal-hal Connection Internetworking Protocol Contoh dari Connection Internetworking Protocol adalah : a. ICMP (Internet Control Message Protocol) bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memperhatikan perhatian khusus Backbone : Backbone adalah saluran atau koneksi berkecepatan tinggi yang menjadi lintasan utama dalam sebuah jaringan. Bandwidth : Bandwidth menunjukan kapasitas dalam membawa informasi. Istilah ini dapat digunakan dalam banyak hal: . Router : Suatu perangkat yang berfungsi menghubungkan suatu LAN ke suatu internetworking/WAN dan mengelola penyaluran lalu-lintas data di dalamnya. Routing : Proses dari penentuan sebuah path yang di pakai untuk mengirim data ke tujuan dan Link-State protocol, Dalam pengertian bahwa routing sebuah network dan menyediakan sebuah loopless routing environment.agar membantu mengirimkan sebuah packet ke sebuah jaringan dari olsr.org adalah sebuah aplikasi routing yang node yang tersembunyi – dan node disembunyikan adalah biasa dalam sebuah sangat baik untuk pengertian tentang jaringan mesh Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer.

Daftar acuan : http://aep88.wordpress.com/2010/04/21/pengertian-routing-dan-internetworking-dalam-sebuah-jaringan/

Konsep Cara Kerja Router


ROUTER adalah suatu alat pada dunia komputer yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke sistem yang lain. Logikanya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Exp Sis A. Menggunakan IP 192.168.1.1 dan Sis B. Menggunakan IP 192.168.2.1 Maka Kompi yang menggunakan Sis A tidak dapat melakukan komunikasi dengan Sis B tanpa Router.
Pertayaan Yang Muncul Kemudian :
Bagaimana Router dapat menentukan rute dari sekian banyak router yang dilalui untuk mengantarkan paket data?

Jika  network  kita  tidak  memiliki  router,  maka  jelas  kita tidak  melakukan  routing. Router melakukan routing lalu lintas data ke semua network di  internetwork. Agar kita bisa melakukan routing paket, sebuah router harus  mengetahui paling sedikit hal-hal berikut :

1.  Alamat tujuan.
2.  Router-router tetangga (neighbor routers) dari mana sebuah router bisa  mempelajari tentang network.
3.  Route yang mungkin dapat dilalui.
4.  Route terbaik untuk mengirim paket data.

Pembentukan Routing Tabel (Mengenali router Tetangga)
Dalam mengantarkan paket data satu router dengan router lain tidak saling mengetahui kecuali bila router satu dengan router lain terhubung secara langsung. 

Router 1 hanya mengenali router 2 dan 3 karna terhubung langsung dan tidak mengenali router 4,5 dan 6 karna tidak terhubung secara langsung.

Disinilah di perlukan routing tabel. Lalu apa itu tabel routing? Tabel routing adalah pertukaran informasi antara satu router dengan router lain. Satu router mengirim sejumlah paket ke pada router lain, lalu kemudian router tersebut membalas pengiriman paket data tersebut maka terjadilah pertukaran informasi antara satu router dengan router lain. Lalu roter yang dikirimi tersebut juga melakukan hal yang sama kepada router yang berhubungan langsung dengannya.


Rute Terbaik Untuk Mengirim Paket Data
Setelah Router mengenali router-router tetangga maka pekerjaan selanjutnya yang dilakukan oleh router adalah mengecek router mana yang dapat dilalui dengan cepat atau router mana yang tidak kelebihan beban.

Lalu Bagaimana Router melakukan hal itu?
Suatu Router akan mengirim paket data (semacam ‘ping’) kepada router-router tetangga, yang mana dari router-router tetangga itu yang me-reply kiriman itu lebih cepat maka Router pengirim telah mengetahui router mana yang dapat dilalui lebih cepat. Begitu seterusnya hingga sampai pada alamat yang dituju.

Sebelumnya, tolong beritahu kami melalui komentar anda jika terdapat kesalahan mengenai arikel ini. Mengenai gambar ilustrasi yang kurang baik saya memohon maaf, ini merupakan kekurangan yang akan diperbaiki dikemudian hari.


Daftar acuan : http://www.katakan-hey.com/2011/11/konsep-cara-kerja-router.html



Routing


Routing adalah merupakan suatu proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Beberapa contoh item yang dapat dirouting :mail, telepon call, dan data. Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan routing trafik.
Untuk dapat me”routing” segala sesuatu, Router, atau segala sesuatu yang dapat melakukan fungsi routing, membutuhkan informasi sebagai berikut :
  • Alamat Tujuan/Destination Address – Tujuan atau alamat item yang akan dirouting
  • Mengenal sumber informasi – Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.
  •  Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan.
  •  Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.
  •  Menjaga informasi routing – Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling sering terjadi.
Tabel Routing
Sebuah router mempelajari informasi routing dari mana sumber dan tujuannya yang kemudian ditempatkan pada tabel routing .
Router akan berpatokan pada tabel ini, untuk memberitahu port yang akan digunakan untuk meneruskan paket ke alamat tujuan.
Jika jaringan tujuan tidak terhubung langsung di badan router, Router harus mempelajari rute terbaik yang akan digunakan untuk meneruskan paket. Informasi ini dapat dipelajari dengan cara :
Manual oleh “network administrator”
Pengumpulan informasi melalui proses dinamik dalam jaringan.

Daftar acuan : http://sederetmedia.com/pengertian-routing/

Pengertian Routing


Pengertian Routing adalah proses pengiriman informasi/data dari pengirim di suatu jaringan ke penerima yang berada di jaringan yang lain (melalui interwork).
Untuk dapat me-route paket dibutuhkan Router.
Agar dapat me-route paket, Roter harus mengetahui :
  1. Alamat IP penerima
  2. Router tetangganya, yang dengan itu ia bisa mempelajari jaringan yang lebih luas.
  3. Route lintasan yang bisa dilewati
  4. Route terbaik ke setiap jaringan
  5. Informasi Routing


ROUTING
  • Router mengetahui atau belajar mengenai jaringan yang jauh dari router tetangganya.
  • Router membangun table routing untuk dapat mem-fowardkan data ke jaringan yang jauh
Jenis Jenis Routing
PROSES ROUTING
  • Paket dibuat di A untuk dikirim ke B
  • A broadcast ARP ke jaringan untuk mengetahui MAC address B
  • Karena B terletak di jaringan yang lain, Router yang member respon dengan memberikan fisik addressnya, agar paket itu oleh A dikirim ke Router (sebagai default Router)
  • A kemudian mengirim paket tersebut ke Router lewat port E0.
  • Hardware address sesuai dengan HA milik Router, maka header frame dicopot, sehingga tinggal paket IP. Router kemudian mencheck alamat penerima, ketika diketahui bahwa penerima adalah 172.16.100.15. Router tahu (dari routing tabelnya) bahwa alamat network 172.16.100.0 bisa dicapai lewat port E1.
Static Routing :
  1. Tidak membebani CPU
  2. Tidak diperlukan komunikasi antar Router
  3. Aman ( karena hanya admin yang bisa men-setup)
  4. Admin harus menguasai jaringan keseluruhan
  5. Jika ada tambahan Jaringan ,Admin harus menambahkannya pada semua router
  6. Pada jaringan yang besar, hal ini akan sangat menyita waktu dan tenaga.
Dynamic Routing :
  1. Terjadi proses pembelajaran oleh router dan mengupdate table Routing jika terjadi perubahan.
  2. Pembelajaran dilakukan komunikasi antar Router-router dengan protokol-protokol tertentu . Seperti : RIP ,OSPF IGRP, & EIGRP

Daftar acuan : http://www.isomwebs.com/2012/pengertian-routing/

Pengertian Client Server


Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client(biasanya aplikasi yang menggunakan GUI ) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server.
Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :
1. Servis (layanan)
  • Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda 
  • Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya.
  •  Server sebagai provider, client sebagai konsumen
2. Sharing resources (sumber daya)
  • Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan  meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
3. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )
  • Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.                        
4. Transparansi lokasi
  • Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.
5. Mix-and-Match 
  • Perbedaan server client platforms              
6. Pesan berbasiskan komunikasi
  •  Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.
7. Pemisahan interface dan implementasi
  •  Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.
Daftar acuan : http://ajoloepus.blogspot.com/2012/04/pengertian-client-server.html